Rabu, 07 Juni 2017

RESUME KE- 5 PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Tes standar (Psikologi Pendidikan)

Tes standar atau tes yang dibakukan mengandung prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan murid dengan murid lain pada usia level yang sama , dan dalam banyak kasus perbandingan ini dilakukan di tingkat nasional. Apa bedanya tes standar dengan tes yang anda buat sendiri untuk menilai prestasi murid anda? Soal tes buatan guru cenderung difokuskan pada tujuan instruksional untuk kelas tertentu. Sedangkan tes standar mencakup berbagai materi yang lazimnya diajarkan di kebanyakan kelas (Airasian, 2001; Chatterji, 2003). Perbedaan lain antara tes standar dengan tes buatan guru adalah banyak tes standar yang memiliki aturan umum dan kebanyakan telah dievaluasi validitas dan realiabillitasnya. Kita akan mendiskusikan validitas dan reabilitas ini, tetapi pertama-tama mari kita bahas tujuan dari tes standar.

Tujuan tes standar

Tes standar biasanya bertujuan untuk:
·         Memberikan informasi tentang kemajuan murid. Tes standar adalah sumber informasi tentang seberapa tentang seberapa baik prestasi dan kemampuan murid.
·         Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid. Tes standar juga dapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan pembelajaran murid (Popham, 2002).
·         Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khusus. Tes standar juga dapat dipakai untuk membuat keputusan tentang apakah murid diizinkan masuk ke program spesifik atau tdiak.
·         Memberikan informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksi. Bersama dengan informasi lain, nilai dari tes standar dapat dipakai oleh guru dalam membuat keputusan tentang instruksi.
·         Membantu administrator mengevaluasi program. Jika sekolah hendak beralih ke program pendidikan yang baru, administrasi sekolah harus tahu seberapa efektifkah program baru itu.
·         Memberikan akunbilitas. Sekolah dan guru diharapkan bertanggung jawab atas pengajaran muridnya.
Kriteria untuk mengevaluasi tes standar
Ø  Kelompok norma. Kelompok dari individu yang sama yang sebelumnya telah diberi ujian oleh penguji.
Ø  Validitas. Sejauh mana sebuah tes mengukur apa-apa yang hendak diukur hendak diukur dan apakah inferensi tentang nilai tes itu akurat atau tidak.
Ø  Reabilitas. Sejauh mana sebuah prosedur tes bisa menghasilkan nilai yang konsisten dan dapat direproduksi.
Ø  Keadilan. Tes yang adil adalah tes yang tidak bias (unbiased) dan tidak diskriminatif (McMillan, 2001).

Tes kecakapan dan prestasi

Ada dua tipe utama tes standar yaitu:
Ø  tes kecakapan. Tipe tes yang didesain guna memprediksi kemampuan murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai sesuatu dengan pendidikan dan training tingkat lanjut.
Ø  Tes prestasi. Tes yang dimaksudkan untuk mengukur apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai.

Jenis-jenis prestasi standar

·         Survey batteries. Sebuah survey battery (baterai survei) adalah sekelompok tes pokok persoalan individual yang didesain untuk murid level tertentu. Survey batteries adalah standar nasional yang banyak digunakan (McMillan, 2001).
·         Tes untuk subjek spesifik. Beberapa tes prestasi standar dimaksudkan untuk menilai keahlian di bidang tertentu seperti membaca atau matematika. Karena tes ini difokuskan pada area spesifik, tes ini biasanya menilai suatu keahlian secara lebih mendetail dan ekstensif ketimbang survey battery.
·         Tes diagnostik. Terdiri dari evaluasi area pembelajaran spesifik secara relatif mendalam. Tujuannya adalah menentukan kebutuhan pembelajaran spesifik dari murid sehingga kebutuhan itu dapat dipenuhi melalui instruksi regular atau remedial.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar