Tes standar (Psikologi Pendidikan)
Tes standar atau tes yang dibakukan mengandung prosedur yang
seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa
membandingkan kemampuan murid dengan murid lain pada usia level yang sama , dan
dalam banyak kasus perbandingan ini dilakukan di tingkat nasional. Apa bedanya
tes standar dengan tes yang anda buat sendiri untuk menilai prestasi murid
anda? Soal tes buatan guru cenderung difokuskan pada tujuan instruksional untuk
kelas tertentu. Sedangkan tes standar mencakup berbagai materi yang lazimnya
diajarkan di kebanyakan kelas (Airasian, 2001; Chatterji, 2003). Perbedaan lain
antara tes standar dengan tes buatan guru adalah banyak tes standar yang
memiliki aturan umum dan kebanyakan telah dievaluasi validitas dan
realiabillitasnya. Kita akan mendiskusikan validitas dan reabilitas ini, tetapi
pertama-tama mari kita bahas tujuan dari tes standar.
Tujuan tes standar
Tes standar biasanya bertujuan untuk:
·
Memberikan informasi tentang kemajuan murid. Tes
standar adalah sumber informasi tentang seberapa tentang seberapa baik prestasi
dan kemampuan murid.
·
Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid. Tes
standar juga dapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan
pembelajaran murid (Popham, 2002).
·
Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam
program khusus. Tes standar juga dapat dipakai untuk membuat keputusan tentang
apakah murid diizinkan masuk ke program spesifik atau tdiak.
·
Memberikan informasi untuk merencanakan dan
meningkatkan pengajaran atau instruksi. Bersama dengan informasi lain, nilai
dari tes standar dapat dipakai oleh guru dalam membuat keputusan tentang
instruksi.
·
Membantu administrator mengevaluasi program.
Jika sekolah hendak beralih ke program pendidikan yang baru, administrasi
sekolah harus tahu seberapa efektifkah program baru itu.
·
Memberikan akunbilitas. Sekolah dan guru
diharapkan bertanggung jawab atas pengajaran muridnya.
Kriteria untuk mengevaluasi tes standar
Ø
Kelompok norma. Kelompok dari individu yang sama
yang sebelumnya telah diberi ujian oleh penguji.
Ø
Validitas. Sejauh mana sebuah tes mengukur
apa-apa yang hendak diukur hendak diukur dan apakah inferensi tentang nilai tes
itu akurat atau tidak.
Ø
Reabilitas. Sejauh mana sebuah prosedur tes bisa
menghasilkan nilai yang konsisten dan dapat direproduksi.
Ø
Keadilan. Tes yang adil adalah tes yang tidak
bias (unbiased) dan tidak diskriminatif (McMillan, 2001).
Tes kecakapan dan prestasi
Ada dua tipe utama tes standar yaitu:
Ø
tes kecakapan. Tipe tes yang didesain guna
memprediksi kemampuan murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai
sesuatu dengan pendidikan dan training tingkat lanjut.
Ø
Tes prestasi. Tes yang dimaksudkan untuk
mengukur apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai.
Jenis-jenis prestasi standar
·
Survey batteries. Sebuah survey battery (baterai
survei) adalah sekelompok tes pokok persoalan individual yang didesain untuk
murid level tertentu. Survey batteries adalah standar nasional yang banyak
digunakan (McMillan, 2001).
·
Tes untuk subjek spesifik. Beberapa tes prestasi
standar dimaksudkan untuk menilai keahlian di bidang tertentu seperti membaca
atau matematika. Karena tes ini difokuskan pada area spesifik, tes ini biasanya
menilai suatu keahlian secara lebih mendetail dan ekstensif ketimbang survey
battery.
·
Tes diagnostik. Terdiri dari evaluasi area
pembelajaran spesifik secara relatif mendalam. Tujuannya adalah menentukan
kebutuhan pembelajaran spesifik dari murid sehingga kebutuhan itu dapat
dipenuhi melalui instruksi regular atau remedial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar